Danau Sentarum itu indah - 1
Rabu, 10 Agustus 2016
Senin, 19 Januari 2015
Senin, 24 November 2014
Logo Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Buat Kawan-kawan di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.....
Inilah Logo Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Inilah Logo Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Rabu, 24 Juli 2013
Tips Berwisata ke Danau Sentarum
Keunikan dan Keindahan Danau Sentarum mulai terpancar luas di mata penikmat wisata alam. Hal ini seiring semakin banyaknya wisatawan baik dari dalam dan luar negeri yang mengunjungi Taman Nasional Danau Sentarum.
Namun harus diingat dalam berwisata di Danau Sentarum, keselamatan harus tetap dijaga. Menikmati wisata atau berkunjung di lokasi konservasi ini harus mengetahui karakteristik terlebih dahulu. Kondisi lokasi yang sebagian besar berupa danau mengharuskan kita untuk lebih waspada dan tidak boleh lengah. Untuk anda yang ingin berkunjung ke Danau Sentarum ada beberapa tips agar anda bisa mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu.Bagi anda yang sedang merencanakan untuk berlibur ke Danau Sentarum berikut beberapa tips agar anda dan keluarga tetap aman dan nyaman.
1. Aturan masuk/tiket masuk
- Anda diwajibkan melapor ke Kantor Taman Nasional Danau Sentarum, ada tiga pintu masuk ke Danau Sentarum yaitu di Kantor Lanjak, Semitau, dan Selimbau.
- Anda akan dikenakan biaya tiket masuk per orang per hari (Rp.1.500,- untuk Wisnu / Rp.15.000,- untuk Wisman) untuk wisman harus menunjukan pasport.
- Kamera Photo yang anda bawa juga dikenakan biaya Rp. 3.000,-
- Kamera video juga akan dikenakan biaya
- Kendaraan/speedboat/perahu akan dikenakan biaya sesuai besaran mesin kendaraan anda untuk sekali masuk dst........
(sesuai PP No. 59 tahun 1998) untuk lebih jelasnya bisa menghubungi
Kantor Balai Taman Nasional Danau Sentarum
Jln. Hajjah Fatimah RT.02/XI Sei Ana Sintang
Kalimantan Barat-Indonesia
Telp. 0565-2020009 / fax. 0565-2020010
email: balai_tnds@yahoo.com / balai.tnds@gmail.com
2. Estimasi Biaya
Lokasi Danau Sentarum berada di perhuluan sungai Kapuas dan berdekatan dengan negara Malaysia. Ada sedikit perbedaan harga khususnya BBM yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain.
Anda akan banyak menggunakan Speed boat atau perahu yang harus anda sewa.
3. Logistik
Sebaiknya anda mempersiapkan keperluan logistik anda sebelum ke lokasi, meskipun di lokasi ada beberapa toko/warung. Akan tetapi karena terbatas maka keperluan yang penting untuk dipersiapkan sebelumnya.
4. Akomodasi
Ada Stasiun riset lapangan bukit Tekenang yang bisa untuk di gunakan sebagai tempat menginap. Memang sudah lumayan bagus dan memadai. Akan tetapi kamarnya belum begitu banyak baru ada 6 kamar dan plotting house. Jika anda datang secara ramai, sebaiknya dipersiapkan peralatan tidur lapangan.Jika anda menginap di Homestay, ada beberapa lokasi yang sudah siap untuk menampung anda.
5. Penerangan dan Jaringan Komunikasi
Listrik biasanya hanya akan menyala pada malam hari karena disana blm ada jaringan listri negara (menggunakan Genset) dan anda harus mempersiapkan cadangan baterai Kamera atau membawa powerbank.
Untuk komunikasi meskipun sinyal agak sedikit kurang lancar akan tetapi jaringan untuk telkomsel dan Indosat masih bisa dilakukan ditempat-tempat tertentu.
6. Sediakan Pakaian sesuai kebutuhan
Pakailah baju yang menggunakan bahan tidak terlalu tebal agar tidak terasa. Persiapkan baju yang bisa menahan gigitan nyamuk, dikarenakan pada musim-musim tertentu terkadang banyak nyamuk.
7. Tentukan waktu yang pas
Karateristik Danau Sentarum memang agak sedikit berbeda dengan danau-danau pada umumnya. Pada saat musim penghujan, Danau Sentarum akan dipenuhi oleh air, sehingga aktifitas anda layaknya mengunjungi danau pada umunya. Akan tetapi pada bulan-bulan tertentu/musim kemarau (perkiraan Juli-September) air danau akan habis. Hal ini mengharuskan anda untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum anda datang ke lokasi.
Danau Sentarum tidak semata-mata hanya merupakan danau pada umumnya, aka tetapi kawasan ini juga terdapat daratan/perbukitan diantara kumpulan danau-danau yang ada. Ada beberapa bukit yang sering di jadikan lokasi hiking yaitu bukit Tekenang. Dengan ketinggian sekitar 130m, bukit ini menjadi destinasi utama di kawasan ini. Anda akan menikmati panorama danau sentarum jika anda berada di puncaknya.
8. Bawalah sunblock
Gunakan sunblock jika kulit anda tidak ingin terbakar terik sinar matahari. Sebaiknya gunakan sunblock setiap 4 jam jika anda berkeliling danau.
9. Jangan lengah ketika berenang
Ada yang bilang bukan ke danau namanya kalau belum mandi di danau. Mintalah petunjuk kepada petugas untuk keselamatan anda jika anda ingin mandi di danau. Berenang di danau memang merupakan kenikmatan tersendiri. Namun jangan lupa untuk tetap memperhatikan keselamatan. Tetap waspada karena adanya binatang air yang dapat membahayakan keselamatan anda ataupun arus air danau yang dapat menyulitkan anda nantinya. Mintalah petunjuk sebelumnya kepada petugas, karena mereka lebih paham akan wilayah tersebut.
10. Persiapkan tas plastik untuk menyimpan barang digital anda
Sediakan tas plastik yang tahan air/kedap air untuk membungkus barang digital anda untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari barang.
11. Bawalah topi, payung dan sunglasses
Topi, payung dan sunglasses dapat membantu anda, terutama para wanita agar terhindar langsung dari paparan langsung sinar matahari, terutama pada saat siang hari.
12. Patuhi aturan pengelola Taman Nasional
Agar keselamatan anda terjamin, sebaiknya anda mematuhi aturan pengelola Danau Sentarum. Apabila terdapat larangan dilarang berenang sebaiknya anda mematuhinya. Begitupun dengan aturan jangan membuang sampah sembarangan ataupun membuat api dengan sembarangan -kondisi danau pada waktu musim kemarau rawan akan kebakaran- dan lain-lainya.
13. Banyak minum air
Dehidrasi bisa terjadi akibat lelah akibat bermain seharian di pantai ditambah terkena sinar matahari. Solusi untuk masalah ini adalah anda harus banyak minum.
14. Jangan pergi sendirian
Berwisata ke danau sentarum sendirian tentu kurang menyenangkan. Sebaiknya ajaklah teman, kerabat, kolega, atau keluarga untuk berwisata di Danau Sentarum.
15. Bawalah alat Pancing Anda
Tidak ada salahnya membawa alat pancing anda. Anda bisa memancing bersama keluarga kemudian membakar ikan hasil tangkapan bersama keluarga tercinta.
16. Handphone dan Charger jangan Ketinggalan
Handphone dan Charger selain sebagai sarana komunikasi juga berfungsi untuk meng-upload foto dan juga membagikan pengalaman anda melalui jejaring social seperti twitter, facebook, dan sebagainya
17. Bawalah Kamera dan Perekam Video
Kamera/Video sangat berguna untuk mengabadikan momen special saat berwisata jadi, jangan lupakan barang yang satu ini.
18. Bawalah Obat-Obatan Pribadi
Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi anda agar apabila ada yang sakit segera dapat dilakukan pertolongan pertama.
Nah itu tadi sedikit tips dari saya bagi anda yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Danau Sentarum. Tetap jaga keselamatan anda dan jangan lupa tetap cintai keindahan Danau Sentarum dengan ikut menjaga kelestariannya. Teriama Kasih
Sabtu, 16 Maret 2013
Jumat, 08 Februari 2013
Selasa, 01 Januari 2013
Danau Sentarum di Mataku
![]() |
| Danau Sentarum from Tekenang Hill |
Sebuah harapan Kalimantan adalah pulau
terbesar ketiga di dunia dengan luas 743.330 km². Terletak di sebelah utara
Pulau Jawa dan di sebelah barat Pulau Sulawesi. Pulau ini dibagi menjadi
wilayah Brunei, Indonesia (dua per tiga) dan Malaysia (sepertiga). Borneo
merupakan nama lain dari Kalimantan. Borneo adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda
untuk menyebut pulau ini secara keseluruhan, sedangkan Kalimantan adalah nama
yang digunakan oleh penduduk kawasan timur pulau ini yang sekarang termasuk
wilayah Indonesia. Dalam arti luas "Kalimantan" meliputi seluruh
pulau yang juga disebut dengan Borneo, sedangkan dalam arti sempit Kalimantan
hanya mengacu pada wilayah Indonesia.
Pulau Kalimantan terkenal juga dengan
julukan "Pulau Seribu Sungai" karena banyaknya sungai yang mengalir
di pulau ini.
Salah satu sungai yang paling terkenal dan
merupakan sungai terpanjang di Indonesia adalah sungai Kapuas. Melintasi
beberapa kota dari perhuluan Kabupaten Kapuas Hulu sampai ke muaranya di ibu kota
propinsi(Pontianak), Sungai Kapuas mengalirkan arusnya sejauh 1143 km.
Tak pelak, betapa banyak orang membayangkan
seandainya menyusuri sungai ini, berapa hari harus di tempuh jika menggunakan kapal
bandong (nama jenis kapal motor air) yang notabene kecepatannya tidak sampai 10
km/jam?
Ya…. Paling tidak anda akan menghabiskan
waktu perjalanan kurang lebih selama 5 hari 5 malam tanpa harus berhenti.
“Wah
ini pasti di pedalaman dan mengerikan, jangan-jangan masyarakatnya masih primitive?!?!?……
terlintas di benak kita seolah meyakinkan kebenaran yang ada.
Meskipun masih dalam satu pulau diantara
beberapa propinsi yang ada masih sulit
untuk ditempuh dengan jalan darat. Ahasil, menggunakan pesawat adalah salah
satu alat transportasi di pulau ini.
Sungguh! Saya tidak membayangkan kenapa
saya harus ditugaskan di tempat yang begitu jauh dan terpencil seperti yang
saya bayangkan waktu itu. Perasaan bimbang sempat menggeliat di benak saya,
namun seketika itu pula semua yang merisaukan hati saya berubah menjadi suatu
kekaguman.
Wooww…….?!?! Terkejut…terpana terpesona.
Pesis di hulu sungai Kapuas yang berdekatan
dengan Negara tetangga Malaysia, sebuah kawasan yang penuh pesona seakan
melenyapkan perasaan gundah yang sebelumnya muncul.
Hamparan danau begitu indahnya terbentang
menghubungkan pulau-pulau yang tampak biru dalam cekeraman pegunungan yang
mengelilinginya dan selalu setia menjaganya seolah memagari air danau agar
tidak tumpah.
Tampak ditengah-tengah
danau gundukan warna hijau menjulang dari balik pepohonan. Sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi berada di tengah-tengah
kawasan, gugusan pulau-pulau kecil nan ranum tersinari matahari tersusun indah tatkala kita berada di puncaknya.
“Bukit Tekenang” begitu pulau tersebut dinamakan.
Beberapa sampan dari para nelayan berjalan
seolah merambat pelan melintasi aluralur
danau diantara celah-celah pulau. Begitu indahnya gugusan pulau itu seolah bak penghias kawasan.
Ya…seolah-olah saya sedang berada di dunia lain ketika mata ini
menyaksikan sendiri betapa indahnya alam ini. Mungkin inilah secuil surga yang
terjatuh ke tempat ini dari langit.
Tapi sayang, masih banyak orang yang belum tahu dan kenal
dengan tempat ini?
“sunggu....ini
anugerah alam yang masih terlupakan”.
Daerah yang terdiri dari genangan air dan
perbukikan yang mengelilingi ini dinamakan Taman Nasional Danau Sentarum.
Betapa eksotiknya tempat ini dengan pesona
danau-danau yang membentang, etnis budaya yang beragam serta isi alam yang
menakjubkan.
Ada sekitar empat etnis yang mendiami di
sekitar dan di dalam kawasan ini, mereka
diantaranya suku Melayu, Dayak Iban, Dayak Kantuk dan
dayak Embaloh. Beragam adat istiadat dari tiap-tiap suku yang ada tersebut
merupakan hal yang menarik untuk kita ketahui selain sudah barang tentu alam
yang mereka huni dengan panoramanya.
Tercatat 675 (species) yang tergolong dalam
97 suku (familia) ada di kawasan, 33 jenis diantaranya merupakan endemik dari
kawasan ini, selain 154 jenis anggrek yang ada.
Tak kurang dari 147 Mamalia di seluruh
kalimantan terdapat disini. Begitu juga dengan reptilia yang menghuni sekitar
46 jenis, aves 311 jenis.
Salah satu ikon yang dan menjadi primadona di
perikanan saat ini dan merupakan endemik dari Danau Sentarum adalah Arwana
Super Red atau dalam bahasa latinnya Sclerophages
formosus.
Arwana ini adalah salah satu ikan hias dari
266 jenis ikan yang ada selain Ulanguli (Botia
macracantha), Ikan Ringau (Colus
microlepis).
Bumiku laksana surga,
ungkapan yang pantas untuk disandangkan pada Bumi Uncak Kapuas atau Kabupaten
Kapuas Hulu.
Senin, 31 Desember 2012
Selamat Tahun Baru Pontianak
Sebenarnya pingin juga ngerayain pergantian tahun 2012 ke 2013 di Alun-alun Kapuas pontianak. Tapi apa boleh buat acara yang sdh di rencanakan urung untuk di ikuti.
Yaahh...... Ujan dech! Padahal sudah hampir sampai di Kota Pontianak.
Berhubung tunggangannya masih menggunakan kuda lumping (motor mio) dan membawa sang buah hati bersama mantan pacar (istri tersayang) kawatir akan hujan deras mengguyur kota Pontianak pada malam pergantian tahun nantinya.
Demi kebaikan semua langsung ambil keputusan "balik kanan" alias pulang aja dech!
Yang pasti semoga di tahun yang baru semua berubah menjadi ke arah yang lebih baik.
"SELAMAT TAHUN BARU 2013"
HEPI NU YERRRRRR.........
Sabtu, 29 Desember 2012
Bersama Nugie di Bukit Tekenang Taman Nasional Danau Sentarum
"Pagi mas...." dia menyapa dengan ramah ketika bertemu kami di gerbang."Pagi.... Selamat datang di Bukit Tekenang......" saya menyapa balik.
Tak lama kemudian kamipun mempersilahkan Nugie beserta rombongan untuk duduk di balai-balai bambu yang ada di depan Stasiun Riset Bukit Tekenang sekedar memberi waktu melepaskan lelah setelah hampir satu jam perjalanan menggunakan Speed Boat 40 PK dari Pulau Melayu menuju kesini.
Tanpa acara yang formal Dia langsung akrab dengan kami yang notabene belum pernah ketemu langsung dengannya.
"Bagus-bagus fotonya mas..... keren-keren sekali" ucapnya sambil melihat kedinding bagian luar bangunan Stasiun Riset Bukit Tekenang yang sengaja dibuat semacam galeri yang berisi informasi foto-foto tentang Taman Nasional Danau Sentarum beserta segala aktifitas, aksesibilitas dan segala hal tentang danau sentarum.
Ada yang sedikit mengusik pandangannya ketika matanya melihat tumpukan cindera mata hasil kerajinan masyarakat lokal didalam etalase yang juga berada disekitar dia berdiri. Tanpa basa basi, Nugie yang sering tampil di televisi dengan gaya yang agak sedikit terkesan santai style nya langsung meminta untuk membuka etalase. Rupanya Dia tertarik dengan beberapa kalung dan gelang tradisional buatan masyarakat lokal. Ada beberapa buah kalung dan gelang yang dia ambil selain itu tak ketinggalan pula ikan asin dan ikan salai hasil olahan masyarakat yang sudah dalam bentuk kemasan dia borongnya.
(kok artis tetep harus bayar yaaaa..............wkwkwkwkwk)

Nugie datang ke Stasiun Riset Bukit Tekenang bersama WWF-Indonesia Kalimantan Barat dalam rangkain acara Festival Danau Sentarum - Betung Kerihun 2012. Selai sebagai artis, ia juga salah satu aktifis lingkungan. Dalam acara malam penutupan festival, Nugie di agendakan tampil menghibur masyarakat dengan lagu-lagu hitnya.
Dalam mengisi waktu luang pagi sebelumnya Nugie menyempatkan diri tour mengelilingi danau sentarum untuk menikmati suguhan pemandangan alam yang indah sembari mencari inspirasi-inspirasi baru dalam berkarya.
(mungkin kali......siapa tau nanti dia nyiptain lagu tentang danau sentarum)
Yang pasti pagi itu dia bersama rombongan kecilnya sudah sampai di Bukit Tekenang. Sejenak melupakan rutinitasnya dan rencana tampil malam nanti, Nugie sepertinya menikmati sekali suasana santai, damai dan segar di Stasiun Riset Bukit Tekenang. Canda kelakar dan gurauannya sesekali muncul dari mulutnya. Seolah seperti obrolan teman lama yang baru berjumpa lagi.
(istilahnya CLBK= Ceman Lama Bertemu Kembali...... Teman kallliii!?!?!?)
Tidak ada rasa canggung di antara kami semua pada waktu itu. Obrolan-obrolan santai tentang danau sentarum dan segala hal diselingi gurauan membuat keakraban. Suasana santai saat itu semakin terasa ketika Nugie memegang Gitar yang ada didekatnya sembari menikamti hidangan kopi.
"Kalau ada waktu saya pasti akan kesini lagi untuk menginap" suara keluar lewat bibirnya seolah dia ingin berlama-lama menikmati suasana alam yang tenang di Stasiun Riset Bukit Tekenang.
Saya pun tak ingin melewatkan kesempatan untuk memintanya menyanyikan lagu hitnya "Burung Gereja" sebagai hadiah darinya buat saya dan kawan-kawan staf Balai Taman Nasional Danau Sentarum yang berada di Stasiun Riset Bukit Tekenang.
Nugie (Burung Gereja) - di Bukit Tekenang (TNDS): -
Tanpa ragu-ragu syair dan petikan gitar ia mainkan.:
Melayang sehelai bulu rapuhnyaMenunduk paruhnya seakan meratap
Sanggupkah diriku berkicau menyambut pagi, oh...
Melonjak tergesa ke dahan cemara
Teringat anaknya yang belajar terbang
Melanjutkan tugasnya mewarnai bumi
Berhembuslah anginku, bawa kicauku
Bergoyanglah daunku, iringi kepakanku
Berhembuslah anginku, bawa kisahku
Bergoyanglah daunku, iringi kebebasanku, oh...dst......
Satu buah lagu ia mainkan.
Ada yang membuat kami bangga ketika di akhir lagu syairnya ia ubah dengan kata-kata "cintaku untuk bukit terkenaaaannnggg......"
Hampir satu jam setengah Nugie berada di Stasiun Riset Bukit Tekenang, Sebuah penghargaan atas kehadirannya untuk pengelola danau sentarum dalam hal ini Balai Taman Nasional Danau Sentarum Seksi Pengelolaan TN Wil II Semitau Resort Tekenang. Semoga apa yang kita lakukan untuk konservasi selalu mendapatkan dukungan dari semua pihak untuk kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat.
by: Agus Tri
Selasa, 25 Desember 2012
Sejarah Berdirinya Taman Nasional Danau Sentarum
Kawasan Danau Sentarum telah menjadi pusat perhatian ahli-ahli geologi asing sejak lebih kurang dua abad yang silam. Perhatian terhadap kekayaan, keunikan dan keindahan kawasan danau-danau yang terletak di hulu Sungai Kapuas ini semakin besar ketika zaman pemerintahan Kolonial Belanda, ini terlihat dari dikirimnya seorang komisionaris bernama Hartmann pada tahun 1823 untuk mengunjungi kawasan Danau Sentarum dan sekitarnya guna menjalin hubungan kerja sama dengan penguasa daerah setempat (Kerajaan Selimbau, Suhaid, Jongkong, Bunut dan Kerajaan kecil Piasa). Kemudian mereka membuat suatu risalah dengan para penguasa tersebut, yang diatur oleh seorang wakil residen Sintang berkebangsaan Belanda, bernama Baron van Lijnden.
Beberapa tahun kemudian, sekitar tahun 1852, seorang wanita terkenal sebagai pemimpin pergerakan feminisme yang bernama Ida Pfeiffer datang berkunjung kekawasan ini dan menceritakan tentang keunikan dan keindahan pemandangan alam di daerah Danau Sentarum ini. Kemudian pada tahun 1867, seorang pencinta alam berkebangsaan Italia yang bernama Beccari datang berkunjung ke komplek Danau Sentarum ini. Dalam penjelajahannya di daerah ini, Beccari banyak menemukan jenis-jenis tumbuhan yang mempunyai keunikan tersendiri, sehingga menimbulkan minat besar bagi para peneliti lain untuk melakukan eksplorasi kekayaan sumber daya alam yang dimiliki daerah ini, seperti pada ekspedisi Borneo yang dilakukan selama satu tahun (1893 – 1894). Kemudian berbagai kelompok pencinta alam dan pelancong, petualang maupun para peneliti ilmiah silih berganti datang ke kawasan ini. Dari hasil kegiatan tersebut mereka menuliskan laporan maupun catatan mengenai berbagai hal, termasuk menuliskan laporan mengenai jenis-jenis tumbuhan dan keragaman jenis-jenis ikan yang terdapat di daerah-daerah danau di Kapuas Hulu pada kurun waktu satu setengah abad yang lalu (Giesen. 1987).Para peneliti dari Indonesia juga tidak mau ketinggalan dalam hal ini, dan pada tahun 1981, Fakultas Perikanan IPB melakukan studi mengenai perikanan di daerah Kapuas Hulu. Tetapi laporan tersebut hanya dipublikasikan secara terbatas. Dua tahun kemudian (1983), Ave dan kawan-kawan menerbitkan sebuah buku mengenai bibilografi Kalimantan Barat yang berisi tentang seluruh hasil kerja yang pernah dilakukan di daerah Kapuas Hulu.
Karena keanekaragaman hayatinya yang istimewa ini dan karena sifatnya yang unik pemerintah Indonesia telah menetapkan kawasan Danau Sentarum sebagai Suaka Margasatwa pada tahun 1982. Indonesia juga mengakui perana penting kawasan ini secara internasional dan mendaftarkannya sebagai lahan basah berstatus internasional pada konvensi Ramsar pada tahun 1994.
Guna melestarikan sumber daya alam yang bernilai tinggi ini Pemerintah Indonesia dan ODA dari Inggeris pada tahun 1992 s/d 1996 membentuk suatu program kerja sama dalam bidang konservasi kawasan. Meskipun program kerja sama yang dilaksanakan oleh Wetland International Indonesia Program (WI-IP) dan Dirjen PHKA dalam hal ini diwakili oleh Balai KSDA Kalimantan Barat tersebut tujuan utamanya adalah melestarikan kekayaan dan keunikan satwa liar yang terdapat dalam kawasan Danau Sentarum, namun tetap melihat bahwa kelangsungan hidup kawasan ini tidak dapat dipisahkan dengan pemanfaatan oleh penduduk setempat yang telah berlangsung secara turun temurun. Berkenaan dengan hal tersebut maka program kerjasama ini dirancang dengan memadukan antara program konservasi dengan pengetahuan serta gagasan yang dimiliki penduduk Danau Sentarum.Untuk menuju arah pengelolaan yang dapat memadukan antara pelestarian dan pemanfaatan pada tahun 1999 status kawasan ini dirubah menjadi Taman Nasional. Dengan melakukan hal-hal tersebut pemerintah telah komitmen untuk memelihara integritas ekologis kawasan danau sentarum sepanjang masa.
Langganan:
Postingan (Atom)




















